PALI Juara Umum Catur Kejurprov, Menangkan Piala Bergilir Gubernur Sumsel
Senin, 21 Juni 2021 00:15 WIB
Share

INDRALAYA, POSKOTASUMSEL.CO.ID – Regu catur Kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan berhasil keluar sebagai Juara Umum Kejuaraan Catur Provinsi Sumsel dan meraih Piala Bergilir Gubernur Sumsel dalam rangka HUT ke-75 Provinsi Sumsel yang diadakan di Hotel Ilaya, Indralaya, Kabupaten OI, Sumatera Selatan.

Kejuaraan Provinsi Catur ini diselenggarakan selama dua hari Kamis-Jumat (17-18/6/2021) diikuti pecatur dari 17 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumsel.  Pertandingan dilaksanakan dalam dua jenis yaitu beregu putera dan perseorangan putera puteri.  Sementara Juara Beregu Putera masing-masing diraih Palembang (Juara I), OKU Selatan (Juara II) dan PALI (Juara III).

Penyerahan hadiah diserahkan langsung oleh Ketua Pengurus Besar Percasi GM Utut Adianto, sekaligus menutup rangkaian kegiatan kejuaraan, rapat kerja daerah dan pelantikan Pengurus Provinsi Sumsel periode 2021-2025.

“Melihat banyaknya atlet cilik, saya berkeyakinan Sumsel di masa mendatang akan mampu melahirkan atlet-atlet handal.  Di Sumsel ada Akademi Catur, sedangkan di provinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur belum memiliki akademi catur namun di sana bertaburan grandmaster dan menguasai peroleh medali PON di cabang catur.  Di masa mendatang, katanya, Sumsel sangat menjanjikan akan mampu mencetak master bahkan grandmaster di tingkat internasional,” harapnya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Gubernur Sumsel diwakili Asisten I Supriyono mengakui bahwa catur adalah olahraga yang tidak membutuhkan biaya besar.

Dengan jumlah penduduk Sumsel yang hampir mencapai 8 juta jiwa, dia berkeyakinan Sumsel akan mampu melahirkan atlet catur yang handal di masa mendatang.

Dia juga menggarisbawahi bahwa hanya ada tiga jenis olahraga yang dijadikan pelajaran ektrakulikuler di sekolah yakni bukutangkis, basket dan volly.  Catur belum dimasukkan padahal biayanya sangat kecil dan tidak perlu dimainkan di lapangan yang luas yang membutuhkan infrastruktur yang mahal seperti sepakbola.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat catur bagaimana agar catur bisa ditonton dan digemari layaknya sepakbola. Kalau penontonya banyak sudah pasti olahraga ini juga akan mendatangkan uang,” tandasnya.

Reporter: A Edison Nainggolan
Editor: A Edison Nainggolan
Sumber: -