IPW: Oknum Polri Dominggus yang Terlibat Pemukulan Harus DItangkap dan DIproses
Minggu, 8 Agustus 2021 16:29 WIB
Share

JAKARTA,POSKOTASUMSEL.CO.ID-Tindakan oknum polisi arogan Dominggus Dacosta, anggota Brimob Kedung Halang Bogor, yang menganiaya warga di Komplek ABRI Sukasari, Bogor berbuah perkara.

Korbannya seorang ibu rumah tangga, Norce Amuranti Korengkeng dipukul dengan tangan kosong di bagian wajah dan kepala bagian belakang oleh pelaku setelah terjadi cekcok. Setelah pelaku mau mengambil batu, korban melarikan diri. 

Untuk itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kakor Brimob Irjen Anang Revandoko menangkap polisi arogan Dominggus Dacosta, anggota Brimob Kedung Halang Bogor, yang menganiaya warga di Komplek ABRI Sukasari, Bogor dan membawanya ke sidang etik untuk diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH). 

"Kejadian itu terjadi pada hari Sabtu, 26 Juni 2021 sekitar pukul 10.30 WIB di Komplek ABRI Sukasari, Bogor," kata Sugeng Teguh Santoso, Plt. Ketua Indonesia Police Watch.

Cekcok itu, berawal ketika Norce mengendarai kendaraan motor roda dua berboncengan dengan anaknya, Falya Zahra. Tiba-tiba kendaraannya mati. Norce kemudian mencari montir guna memperbaiki kendaraannya. Namun, entah bagaimana datanglah Retno yang menghampiri Falya kemudian Retno menampar Falya. 

Saat situasi masih memanas itu, datanglah Norce yang berusaha untuk melerai. Tiba-tiba Dominggus Dacosta datang. Bukannya melerai, tapi anggota polisi itu justru naik pitam dan menghajar Norce. 

Pada malamnya, Norce melaporkan kejadian itu ke Polresta Bogor. Laporanya bernomor: STBL/B/454/V/2021/SPKT/POLRESTA BOGOR KOTA/POLDA JABAR, tertanggal 26 Juni 2021.

Selain Norce Amuranti Korengkeng, terdapat korban lain dari kelakuan arogansi anggota Brimob Dominggus da costa yaitu Deki Wermasubun, yang dianiaya hingga giginya rontok dan juga Flora (wanita) yang diancam dengan parang, "Kejadiannya 1 tahun yang lalu, yang juga sudah dilaporkan ke Polres Bogor tapi belum ada tindak lanjut serta terkesan adanya pembiaran. Alhasil tidak ada proses penahanan atas tindakan pelaku berulang-ulang tersebut," kata Sugeng dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021)..

Walau sudah ada laporan polisi, karena yang bermasalah adalah anggota brimob maka sepatutnya secara internal, institusi Polri harus mengusutnya sesuai kode etik dan profesi Polri. "Pasalnya, pada setiap anggota Polri melekat komitmen moral. Baik itu etika kenegaraan, kelembagaan, kemasyarakatan maupun kepribadian," tegas Sugeng.

Pada pasal 10 disebutkan bahwa Setiap Anggota Polri wajib: a.menghormati harkat dan martabat manusia berdasarkan prinsip dasar hak asasi manusia. Kemudian di huruf f. yaitu menjunjung tinggi kejujuran, kebenaran, keadilan, dan menjaga kehormatan dalam berhubungan dengan masyarakat.

Halaman
1 2
Reporter: Dossi Bre
Editor: A Edison Nainggolan
Sumber: -
Berita Terpopuler