Dampak Pandemi Covid-19, Angka Perceraian Naik 20 Persen dan Terus Meningkat

Selasa, 14 September 2021 23:12 WIB

Share
Kepala Pengadilan Agama Kelas 1 Kota Palembang, Mahmud Dongoran usai melakukan audiensi dengan Walikota Palembang, Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota, Selasa (14/9/2021). (Foto: PoskotaSumsel/Andik)
Kepala Pengadilan Agama Kelas 1 Kota Palembang, Mahmud Dongoran usai melakukan audiensi dengan Walikota Palembang, Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota, Selasa (14/9/2021). (Foto: PoskotaSumsel/Andik)

PALEMBANG, POSKOTASUMSEL.CO ID - Selama pandemi Covid-19, pengajuan perceraian yang diterima Pengadilan Negeri Agama Kota Palembang terus meningkat hingga 300 pasangan dalam satu bulan terakhir.

Pengaruh Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi yang terus menerus menurun nyatanya berimbas pula pada angka perceraian di Kota Palembang.

Kepala Pengadilan Agama Kelas 1 Kota Palembang Mahmud Dongoran menyampaikan angka perceraian selama pandemi meningkat hingga 20 persen dalam setiap bulannya.

"Perbulan itu yang mengajukan berkas perceraian mencapai 250-300, ini meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelum pandemi," katanya usai melakukan audiensi dengan Walikota Palembang, Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota, Selasa (14/9/2021).

Diakuinya, pengajuan perceraian lebih banyak dilayangkan oleh kalangan berpenghasilan rendah yang menurutnya sangat berdampak akibat merebaknya pandemi di Kota Palembang, seperti kehilangan pekerjaan, atau penghasilan dari usaha yang menurun.

Namun diakui juga tidak sedikit perceraian yang terjadi akibat salah satu pihak meninggalkan, serta perselisihan atau cekcok rumah tangga yang terus terjadi.

"Didominasi oleh usia 30-40 tahun, alasan dari pengajuan itu soal ekonomi, karena banyak pengangguran dan ekonomi berkurang," katanya.

Meski demikian, Mahmud Dongoran mengatakan biasanya sebelum dilakukan sidang perceraian, antara penggugat dan digugat pihaknya menyarankan untuk melakukan mediasi. Namun bila tidak ditemukan titik temu maka sidang akan dilanjutkan hingga keputusan.

"Kalau dimediasi ada titik terang maka akan dibuat akte perdamaian dan tidak ada perceraian," katanya.

Selaras dengan Kepala PA Kelas 1 Palembang, Harnojoyo mengakui terjadi peningkatan bila di tahun lalu total keseluruhan kurang lebih sekitar 2000 perceraian, namun saat ini baru di bulan sembilan angka perceraian di Kota Palembang telah menyentuh angka 2000 perceraian.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar