Niat Beri Pelajaran, Remaja di Kaltim Ajak Minum Hand Sanitizer 5 Anak Punk hingga Tewas

Selasa, 14 September 2021 23:59 WIB

Share
Ilustrasi minuman bercampur hand sanitizer yang menewaskan 5 anak punk di Kaltim. (Foto: Ist)
Ilustrasi minuman bercampur hand sanitizer yang menewaskan 5 anak punk di Kaltim. (Foto: Ist)

BERAU, POSKOTASUMSEL.CO.ID – Lima orang anak punk asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), tewas setelah diberi minuman bercampur hand sanitizer oleh seorang remaja berinisial HK (17. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/9/2021), sekitar pukul 23.00 WITA.

Tindakan pelaku terhadap korban, yang juga merupakan rekannya sendiri, awalnya hanya untuk memberikan pelajaran, lantaran sering dipalak oleh korban untuk membeli minuman keras (miras).

Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono, melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan awalnya pelaku memberikan sebotol cairan berisi hand sanitizer yang dibawa dari tempat kerjanya, kepada kelima korban. Pelaku mengatakan kepada korban jika minuman tersebut merupakan miras.

"Kepada ke tiga korban, tersangka mengaku bahwa yang dibawanya itu adalah miras, dan mereka minum bersama di kos salah satu korban," ujar Ferry, Selasa (14/9/2021).

Pelaku dan kelima korban kemudian minum bersama, namum pelaku hanya menelan sebagian kecil cairan hand sanitizer tersebut, sisanya ia muntahkan kembali.

"Tersangka hanya minum beberapa teguk tapi langsung memuntahkannya di dapur, sedangkan ketiga korban meminum sampai habis satu botol hand sanitzer ini yang dikira miras," ungkapnya.

Sesaat setelah cairan tersebut habis diminum para korban, salah satu korban yang merupakan wanita berinisial ST (18) tiba-tiba tak sadarkan diri dan tewas di tempat.

Kemudian disusul oleh korban berikutnya, AG (17). Ia sempat mengalami kejang dengan mulut mengeluarkan busa, sebelum akhirnya dinyatakan tewas sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

"Untuk satu korban lainnya, PU (20), sudah sempat kita larikan ke rumah sakit lantaran mengeluh mengalami panas di dada, tapi setelah sehari mendapatkan perawatan, nyawa PU tidak dapat tertolong," ujarnya.

Selanjutnya korban lain kembali tidak dapat diselamatkan, yaitu RN (17), RZ (26), dan AI (15). Mereka menghembuskan nafas terakhir saat di rawat di rumah sakit.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar