Oknum Guru Salah Satu Pondok Pesantren Di OI, Cabuli 12 Santri Laki-laki

Rabu, 15 September 2021 17:13 WIB

Share
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Sialagan saat menyampaikan rilis kasus kepada awak media. (Foto: PoskotaSumsel/Bintang)
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Sialagan saat menyampaikan rilis kasus kepada awak media. (Foto: PoskotaSumsel/Bintang)

PALEMBANG, POSKOTASUMSEL.CO.ID - Sebanyak 12 orang murid laki-laki setingkat SMP di Pondok Pesantren yang terletak di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi korban pencabulan.

Pelaku JD (22) yang tidak lain merupakan oknum guru yang mengajar di pondok pesantren tersebut.

Kejadian ini terbongkar setelah JD ditangkap oleh Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan pada Selasa (14/9/2021).

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Sialagan mengatakan dari hasil pemeriksaan tersangka aksi itu telah pelaku lakukan selama satu tahun terakhir.

Dari laporan yang diterima, setidaknya sudah ada 12 orang anak usia antara 12 sampai 13 tahun yang menjadi korban pelecehan oleh JD.

"Kemungkinan besar jumlah korban bertambah sekarang masih didalami. Untuk sementara ada 12 korban," kata Hisar kepada awak media, Rabu (15/9/2021).

Hisar menjelaskan, pelaku mulai beraksi pada malam hari. Ia kemudian menghampiri kamar korban yang dituju dan membawanya ke satu ruangan kosong.

Disana para korban dipaksa untuk mengikuti hasrat sek5ual menyimpang pelaku.

"Korban takut karena diancam akan dikurung digudang jika menolak," ujarnya.

Menurut Hisar, kejadian ini terkuak setelah salah satu anak murid pelaku mengeluhkan sakit dibagian duburnya saat akan buang air besar.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar