Kantor Walikota Digeruduk Lagi! Massa Bentangkan Spanduk Bertuliskan Harnojoyo Mundur

Kamis, 16 September 2021 15:32 WIB

Share
Puluhan massa dari DPW LSM Jaringan Anti Korupsi (Jakor) Sumsel gelar demo menuntut Walikota Palembang mundur dari jabatanya. (Foto: PoskotaSumsel/Bintang)
Puluhan massa dari DPW LSM Jaringan Anti Korupsi (Jakor) Sumsel gelar demo menuntut Walikota Palembang mundur dari jabatanya. (Foto: PoskotaSumsel/Bintang)

PALEMBANG, POSKOTASUMSEL.CO.ID - Demonstrasi terjadi di kantor Walikota Jalan Merdeka, meminta Walikota Palembang Harnojoyo untuk mundur. Hal itu terjadi pagi tadi Kamis (16/9/2021), puluhan massa diketahui dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Anti Korupsi (Jakor) Sumsel.

Terlihat barisan depan spanduk putih bertuliskan, "Jakor Meminta Walikota Palembang Mundur, Terima Kasih.!!, ditulis dengan tinta warna merah.

Dalam orasinya Koordinator Aksi (Korak), Fadrianto terdengar menyampaikan menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, menerima utangan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 177 miliar.

Disebutnya, itu akan menjadi beban Pemkot Palembang untuk dibayar sebagai hutang.

"Kami meminta kiat dan strategi bagaimana meningkatkan harta kekayaan, seperti halnya terkait kekayaan Walikota Palembang yang meningkat," katanya saat berorasi.

Dia juga meminta klarifikasi kekayaan Harnojoyo untuk melihat apakah ada peningkatan harta dari Walikota Palembang itu.

"Apabila harta kekayaan tersebut memang meningkat dalam 2 tahun terakhir ini, seharusnya diterapkan dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang. Karena PAD Kota Palembang akhir- akhir ini selalu mengalami divisit," teriaknya kembali.

Bahkan dia mengancam kembali datang untuk menggelar aksi lagi dengan massa yang lebih besar ke gedung DPRD Palembang. Mereka menuntut agar Harnojoyo diberhentikan sebagai Walikota Palembang.

"Karena menurut kami, diduga tidak patut dipertahankan Walikota seperti ini. Lantaran hanya mampu meningkatkan harta kekayaannya yang tertuang dibeberapa media online. Sedangkan PAD Kota Palembang selalu divisit," lanjutnya.

Diakuinya pihaknya memberikan cindera mata berupa kaca, agar Walikota Palembang bisa berkaca terkait penderitaan dan kemiskinan masyarakat Kota Palembang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar