Gerandong Bobol Toko, Untuk Hilangkan Jejak Gasak DVR CCTV

Jumat, 17 September 2021 15:20 WIB

Share

PALEMBANG, POSKOTASUMSEL.CO.ID - Andrean Rizki alias Gerandong mampu membobol ruko hanya dengan sebuah paku. Dia pun licik untuk menghilangkan jejak juga menggasak CCTV agar aksinya senyap.

Untuk melancarkan aksinya ini, dia ditemani Husnaini (35), untuk membobol Toko Sumber Buana Diesel di Jalan Masjid Lama, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun aksinya tetap tercium polisi, akhirnya keduanya ditangkap anggota Polsek IT I Palembang. Karena sempat melawan Gerandong dilumpuhkan dengan timah panas, Kamis (16/9/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsek IT I, AKP Ginanjar Aliya Sukmana mengatakan penangkapan itu atas laporan korban Harrianto pemilik toko. Mereka kehilangan satu unit ponsel merek Oppo A3S, DVR CCTV, dua unit laptop, tiga unit baling kipas ketek, dan uang tunai Rp 1,1 juta.

"Atas laporan korban anggota kita melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku, tapi saat akan ditangkap pelaku mencoba kabur dan sudah diberikan peringatan tidak dihiraukan sehingga diberikan tindakan tegas, selain itu juga kita turut mengamankan rekan pelaku juga saat itu," katanya di Polsek IT I saat gelar rilis penangkapan, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskannya, Gerandong adalah residivis. Cara dia membobol toko memanjat dari depan toko. Kemudian naik ke lantai dua dan mencongkel jendela kaca  menggunakan sebuah paku.

"Kemudian dari keterangan pelaku ke anggota kita, setelah berada didalam pelaku mengambil uang dimeja kasir Rp 1,1 juta, ponsel, DVR CCTV, dua unit laptop, dan tiga unit baling-baling kipas ketek," jelasnya.

Masih menurut AKP Ginanjar, usai melancarkan aksinya, pelaku mencabut receiver CCTV hingga mengambil DVR CCTV guna menghilangkan jejak.

"Setelah itu pelaku mengaku ke anggota kita bahwa pelaku ini sebagai eksekutor, sedangkan pelaku Husnaini memantau situasi kondisi sekitar," jelasnya.

Pelaku sudah dua kali masuk penjara, dan sudah melakukan aksinya sebanyak delapan kali. Atas ulahnya pelaku diancam dengan pasal 363 ayat (1) huruf 4e KUHP.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar