Dugaan Korupsi Kredit BSB Masuki Babak Baru, Kejati Sumsel Lakukan Pemeriksaan Kembali

Sabtu, 18 September 2021 13:55 WIB

Share
Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi Kredit BSB, Sabtu (18/9/2021). (Foto: PoskotaSumsel/Bintang)
Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi Kredit BSB, Sabtu (18/9/2021). (Foto: PoskotaSumsel/Bintang)

PALEMBANG, POSKOTASUMSEL.CO.ID - Kasus dugaan korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel (BSB) pada tahun 2014 merugikan negara hingga Rp 13 Miliar kembali akan dilakukan pemeriksaan.

Lantaran Kejaksaan Negeri (Kejati) Sumsel berencana akan memanggil semua saksi terlibat kasus tersebut. Hal itu bertujuan untuk memeriksa dan melengkapi berkas penyidikan.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman mengatakan kedepan para saksi dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel akan dipanggil lagi guna dilakukan pemeriksaan.

"Kedepan kita akan panggil lagi para saksi guna melengkapi berkas penyidikan," katanya, Sabtu (18/9/2021).

Diakuinya sebelumnya dia juga sempat ada pemeriksaan saksi. Namun ada beberapa saksi yang tidak hadir dalam pemanggilan, semuanya telah dipanggil dan diperiksa di Kejagung.

"Beberapa waktu yang lalu saksi yang sebelumnya tidak hadir sudah dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel di Kejagung," terangnya.

Dilanjutkan Khaidirman, sementara terkait kedepannya para saksi tetap dilakukan pemeriksaan bertujuan untuk melengkapi berkas penyidikan.

"Jadi untuk melengkapi berkas tersangka para saksi tetap kita lakukan pemeriksaan," tandasnya.

Dari kasus ini, adapun dua tersangka yang telah ditetapkan Kejati Sumsel mereka Aran Haryadi selaku Pimpinan Divisi Kredit Bank Sumsel Babel dan Asri Wisnu Wardana selaku Pegawai Analis Kredit Menengah Bank Sumsel Babel.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar