Rudiharto Tidak Berikan Nafkah, Jadi Penyebab Istrinya Direbut Pebinor

Kamis, 7 Oktober 2021 21:54 WIB

Share
Rudiharto Tidak Berikan Nafkah, Jadi Penyebab Istrinya Direbut Pebinor
Rudiharto (43) setelah hampir tiga pegan buron, setelah lakukan aksi pembacokan akhirnya ditangkap di kawasan Sako Kamis (7/10/2021). (Foto: PoskotaSumsel/Bintang)

PALEMBANG, POSKOTASUMSEL.CO.ID -  Pelaku pembacokan beberapa waktu lalu, Rudiharto (43) menyebutkan istrinya telah dilarikan perebut istri orang (Pebinor) karena dia tidak pernah memberikan nafkah.

Hal itulah membuatnya harus terjerat hukum. Dia nekat membacok Umar (47) orang tua Asep dengan celurit, Asep lah yang disebutnya selaku Pebinor yang membawa kabur istrinya.

Kasus terjadi di Jalan Hokky, didepan pagar SD N 23 Palembang, Senin (20/9/2021) sekitar pukul 07.00 WIB dan sempat hangat menjadi perbincangan masyarakat Palembang.

"Saya tidak pernah memberikan istri nafkah lagi. Mungkin itu jadi alasannya berselingkuh dan kabur," katanya saat dibincangi, Kamis (7/10/2021).

Kesehariannya dia bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan istrinya bekerja disebuah toko listrik. Itulah alasan tidak memberikan nafkah karena istrinya juga ikut bekerja.

"Uang saya belikan minum, makanya tidak bisa memberikan nafkah. Namun setelah berselingkuh istri saya tiba-tiba tidak bekerja lagi," katanya lagi.

Dia menjelaskan emosinya memuncak karena istri telah kabur meninggalkan selama tiga bulan. Dia mencari-cari kesana kemari tidak kunjung menemukan istrinya tersebut.

Alhasil, itulah penyebabnya tiba-tiba melakukan pembacokan agar orang yang membawa kabur istri berharap emosi dan menemuinya.

"Saya gelap mata melakukan itu untuk memperingati Asep. Agar dia datang membawa istri saya dan menemui saya," pungkasnya.

Pelaku ini ditangkap Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di kawasan, Sako Kamis (7/10/2021) pukul 05.00 WIB.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar