Diancam Pakai Keris dan Air Keras, Sopir Ini Harus Kehilangan Ponsel Dipalak Preman

Jumat, 8 Oktober 2021 16:23 WIB

Share
Diancam Pakai Keris dan Air Keras, Sopir Ini Harus Kehilangan Ponsel Dipalak Preman
Unit Reskrim Polrestabes Palembang sedang lakukan olah TKP bersama Floubert Emerson Nababan (kiri, kenakan kaos hijau) seorang sopir barang yang harus kehilangan ponselnya. (Foto: dok. Humas Polrestabes Palembang)

PALEMBANG, POSKOTASUMSEL.CO.ID - Supir barang Floubert Emerson Nababan (26) warga Sukarami harus kehilangan ponsel setelah diancam menggunakan keris dan air keras yang dilakukan preman.

Atas kejadian itu, dia membuat laporan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Jumat (8/10/2021).

Dihadapan petugas SPKT dia menuturkan, bahwa kejadian itu terjadi pada Kamis (7/10/2021) sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Angkatan 66, Kecamatan Kemuning Palembang.

"Saat itu saya hendak mengantarkan barang bersama saksi Yudha Saputra ke daerah Sekip dan pelaku yang saya tidak kenal ini tiba-tiba menghadang mobil saya dan meminta saya turun," ujarnya.

Setelah ia turun preman ini mengacungkan keris dan air keras, meminta uang damai tapi saat itu ia tidak punya uang dan memberikan ponsel kepada preman tersebut.

"Dia ini meminta uang damai karena sebelum kejadian saya dan saksi melihat dia meminta uang kemananan kepada pemilik gudang disamping tempat kami menurunkan barang," katanya.

Mungkin karena tidak senang dilihat saat terjadi keributan preman ini pun mengancam korban dan saksi hingga dilerai oleh warga.

"Saat itu kami sudah minta maaf kepada preman tersebut, tapi mungkin tidak senang dan terjadilah peristiwa penghadangan, hingga ponsel saya serahkan karena tidak punya uang," ungkapnya kembali.

Tidak terima cuma ponsel saja lanjut dia mengatakan, preman itu mengajak untuk pergi ke gudang untuk mengambil uang damai.

"Setelah itu saya diajak dia bermotor ke gudang, sedangkan mobil dibawa saksi tapi ditengah perjalanan preman itupun menurunkan saya, atas kejadian tersebut saya membuat laporan ke Polrestabes Palembang," bebernya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar