Penyelidikan Kasus "Tiga Anak Saya Diperkosa" Dihentikan, Ramai #PercumaLaporPolisi

Jumat, 8 Oktober 2021 10:43 WIB

Share
Penyelidikan Kasus
Ilustrasi perkosaan tiga orang anak di Luwu, Sulawesi Selatan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTASUMSEL.CO.ID - Penegakan hukum di Indonesia kembali menjadi sorotan masyarakat, hal itu setelah kasus yang baru-baru ini muncul terkait pengakuan seorang ibu di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang melaporkan bahwa tiga anaknya diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri.

Sayangnya, laporan atas tindakan tersebut dihentikan oleh Polres Luwu Timur dengan alasan gelar perkara tersebut belum cukup bukti untuk menindak terduga pelaku, yakni sang ayah korban.

Kasus dugaan ‘Tiga Anak Saya Diperkosa’ saat ini menjadi viral di media sosial, dan ramai tagar percuma lapor polisi.

Menyoroti hal tersebut, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sebagaimana lembaga yang memiliki fokus terhadap isu reformasi sektor keamanan, terutama dalam perbaikan institusi kepolisian memberi tanggapan.

KontraS menyebut bahwa bukan sekali dua kali terjadi, pihak aparat penegak hukum yang tak menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Tidak hanya sekali dua kali Kepolisian @DivHumas_Polri tidak menindaklanjuti pelaporan. Keadilan & pengungkapan kebenaran yang diharapkan sering kali terbenam begitu saja. #PercumaLaporPolisi," katanya, seperti dilansir laman pikiran-rakyat.com dari akun Twitter @KontraS, Kamis, 7 Oktober 2021.

Dalam hal ini, KontaS pun mencoba membeberkan sejumlah kasus yang berhenti tanpa ada keadilan bagi sang korban.

Ternyata memang bukan kasus terbaru yang menimpa tiga orang anak di Luwu Timur, tetapi KontraS menuturkan seperti kasus penyiksaan terhadap korban yakni Henry Bakary tak kunjung ditindaklanjuti kepolisian.

Padahal Komnas HAM sudah menyatakan bahwa korban yang mengalami penyiksaan oleh aparat berujung kematian itu, telah terjadi hal yang menyimpang.

"Dalam kasus Henry Bakary, korban penyiksaan aparat berujung kematian, dengan kepala dibungkus plastik. Kepolisian tidak melanjutkan ke proses hukum pidana. Padahal Komnas HAM menyatakan telah terjadi penangkapan sewenang-wenang dan terjadi kekerasan," katanya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar