Yunus Wonda Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Kericuhan di Arena Tinju

Sabtu, 9 Oktober 2021 22:12 WIB

Share
Yunus Wonda Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Kericuhan di Arena Tinju
Ketua Harian PB PON XX Papua Yunus Wonda. (Foto: dok. Humas PB PON)

JAYAPURA, POSKOTASUMSEL.CO.ID - Yunus Wonda selaku Ketua Harian PB PON Papua sampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, lebih khusus warga DKI Jakarta, atlet maupun ofisial, atas insiden ricuh di arena tinju PON Papua 2021, Jumat (08/10) malam.

Walaupun kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan berdamai, Yunus tetap saja menyayangkan atas kericuhan itu.

Mestinya pihak panitia pelaksanaan memberikan kenyamanan bagi tamu baik para atlet maupun ofisial dari luar Papua, bukan malah sebaliknya.

"Kami atas nama PB PON Papua menyampaikan permohonan maaf. Peristiwa ricuh di arena tinju itu diluar dugaan dan tidak kami bernarkan. Kami tidak respek dengan hal itu. Kami sebagai Ketua Harian PB PON Papua sangat menyanyangkan peristiwa ini. Sebab masalah (antara) atlet NTT dan DKI, kenapa kami anak Papua yang ada di arena tinju ikut campur. Ini tidak logis dan tidak boleh seperti itu," cetusnya kepada wartawan, Sabtu (9/10/2021), di Jayapura.

Sementara untuk menghindari insiden serupa, Yunus meminta kepada semua panitia pelaksana di empat klaster agar lebih selektif dalam memberi akses bagi para pihak yang terlibat di area pertandingan.

"Harus dipastikan yang masuk arena pertandingan itu panitia pelaksana resmi atau relawan resmi. Sebab sangat memalukan sekali peristiwa ini. Apalagi dalam event PON ini pemerintah DKI oleh pimpinannya memberikan dukungan sangat luar biasa kepada Papua. Sehingga, kami harap peristiwa seperti ini jangan terjadi lagi. Dan sekali lagi kita harus jadi tuan rumah terbaik," tegasnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi di arena tinju GOR Cenderawasih, Jumat (8/10/2021) malam. Pihak yang terlibat keributan, yakni kontingen tinju DKI Jakarta dan relawan PON. Keributan terjadi usai laga atlet DKI Jill Mandagie melawan Lucky Mira A Hari asal NTT.

Atlet DKI Jakarta, Jill Mandagie merasa tak terima atas keputusan wasit, kemudian turun dari ring melakukan aksi yang tak patut. Relawan PB PON dan penonton di lokasi merasa emosional, lalu mengejar Jill hingga kericuhan tak terelakkan.

Personel TNI/Polri yang berada akhirnya bisa melerai keributan itu, meski demikian, Jill Mandagie tetap terkena bogem mentah massa.

Masalah pun dibawa ke pihak kepolisian dan setelah dilakukan mediasi, para pihak yang terlibat sepakat berdamai.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar