Reuni Akbar SMP Xaverius Baturaja: Lahirkan Banyak Alumni Hebat, Kini harus Disubsidi

Sabtu, 7 Mei 2022 13:16 WIB

Share
Reuni Akbar SMP Xaverius Baturaja: Lahirkan Banyak Alumni Hebat, Kini harus Disubsidi

BATURAJA, POSKOTASUMSEL.CO.ID - SMP Xaverius Baturaja yang telah melahirkan 9.000 lebih alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, kini mengalami kesulitan keuangan akibat defisit anggaran hingga Rp 120 juta per bulan atau Rp 1,5 miliar per tahun.

SMP yang berdiri di atas tanah milik PJKA yang kini dikenal sebagai PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang sudah ada sejak tahun 1958 ini harus disubsidi akibat beban biaya yang lebih besar dari pendapatan yang diperoleh.  Biaya tersebut termasuk sewa sekolah kepada PT.KAI setiap tahunnya.

 

 

Plh Bupati Kabupaten OKU, Teddy Meilwansyah (tengah berpeci) turut menghadiri reuni akbar SMP Xaverius Baturaja didampingi Ketua Panitia Achdiat Sunaryo (paling kiri) dan Ketua Alumni 2019-2022, Ebenhezer Ndoen

Dari berkumpulnya para alumni SMP yang berada di atas bukit, dalam acara Temu Kangen Alumni seluruh angkatan di Halaman SMP Xaverius terungkap, sekolah ini telah banyak menghasilkan alumni yang berhasil menjadi petinggi di pemerintahan baik pegawai negeri sipil, TNI dan Polri, serta menjadi pejabat penting di BUMN maupun perusahaan swasta nasional dan menjadi wiraswasta sukses.

Ketua Panitia Reuni Akbar SMP Xaverius Baturaja, Achdiat Sunaryo yang merupakan alumni tahun 1975 dalam sambutannya mengatakan, kegiatan temu kangen ini sudah direncanakan sejak dua tahun silam namun baru terlaksana sekarang katena pandemi Covid-19.  Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebelumnya yauitu kegiatan sosial menyantuni guru, sumbangan kepada sekolah maupun kegiatan anjangsana.

 

 

Reuni Akbar SMP Xaverius Baturaja, beberapa alumni yang hadir di antaranya dari kanan ke kiri Ahdiat Sunaryo (Ketua Panitia/1973) Letkol TNI Erwin Marzuki/1981, A Edison Nainggolan/1979, Suhedi/1982, Yohanes Iskak (1980), Komik/1984, Dovian/1985, Irfan/1984.

Halaman
1 2 3
Reporter: Aedna
Editor: A Edison Nainggolan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar